Ini Idul Adha kedua yang kulalui di SMA 3.Tahun lalu,masih segar dalam ingatan,sewaktu menjabat sebagai Wakil Koordinator Lapangan,sangat melelahkan menjalani kepanitiaan ini.
Tapi kini,kita mulai regenerasi.Adik-adik ku yang hebat mulai memperlihatkan taringnya dalam kepanitiaan. Di luar dugaan,mereka lebih kompak,lebih paham kepanitiaan,dan lebih dibandingkan kepanitiaan.
Sempat muncul pikiran sombong dalam hati ini,”ya iyalah,siapa dulu yang jadi ketua umumnya”. Tapi setelah introspeksi,aku tak pantas berpikiran seperti itu.
Apa yang kulakukan tak sebanding dengan perjuangan mereka.
Kehadiran mereka dalam setiap rapat,membuatku tak bisa absen dalam rapat.Selalu ada sesuatu yang menarik diriku untuk hadir dalam rapat.
Melihat adu pendapat,saling memberi masukan demi kepentingan umat, membuat hatiku bahagia.entah kenapa.

Tibalah saat hari H.
dengan 4 sapi dan 10 kambing,kami melakukan penyembelihan dengan target mustahik sekitar 200 orang.Penyembelihan lancar-lancar saja,berlangsung sampai jam 1.
Kita sudah bagi-bagi tugas,ada yang packing,ada yang motong-motong,dll..
Jam 2,makanan sudah siap. Yang masak tuh bu Maryanah,gulai yg dy buat sama enaknya seperti tahun lalu.(makasih bu..hehe)
tapi entah kenapa,nafsu makan saya hilang ketika melihat ada panitia yang belum makan.walau perut ini lapar,tapi hati ini menolak makan sebelum semua panitia makan.
mungkin karena teringat omongan salah satu khulafaur rasyidin (yang saya lupa nama nya),dia bilang:
“saat rakyatku kenyang,aku yang akan terakhir kali merasakannya.saat rakyatku lapar,aku yang akan pertama kali merasakannya.”
saat pembagian,tahun ini lebih tertib dibandingkan tahun lalu.ada panitia yang bilang “ga rame ahh,ga ada dorong-dorongan”
haha..
bagi saya,itu berarti kita bisa mengambil pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya sehingga tahun ini bisa lebih dikontrol.
selesai eval panitia,kita lihat sisa daging ada 100 keresek lebih.soalnya ada beberapa yayasan yg tidak datang untuk mengambil daging.
bingung mau dikemanakan,kita berinisiatif membagikan pada orang yg membutuhkan di jalan-jalan.
tukang angkot,tukang becak,pengemis,pengamen,pokoknya semua yang kita anggap pantas untuk menerima ini.
waw..kita benar-benar merasakan indahnya bisa berbagi,apalagi saat melihat senyuman terimakasih dari orang yang kita beri.sangat membahagiakan.
dapat kita rasakan bagaimana indahnya berbagi kebahagiaan dengan qurban,
bersyukurlah kalian wahai orang yang terus berjuang di jalanNya,karena Allah akan menolong orang yang menolong agamaNya.
save