Aku lupa hari itu tanggal berapa.yang aku ingat hari itu adalah hari sabtu.
ya, hari saat Musyawarah Besar pemilihan ketua DKM Al-Furqan 2008-2009.
Aku tiba lebih awal hanya untuk sekedar menenangkan hati dan pikiran. entah kenapa beberapa hari sebelumnya tidurku sama sekali tidak nyenyak.
sering terbangun tengah malam untuk berdoa pada Allah supaya jangan sampai terpilih menjadi seorang ketua.
mungkin karena membayangkan kalau benar-benar terpilih sebagai seorang amir,aku akan memikul tanggung jawab yg sangat besar.tanggung jawab yang mungkin saja tidak sanggup aku pikul.
datanglah waktunya…
Aku, Zaki, Eddo dan Angga adalah 4 besar calon ketua. bingung, mengapa aku bisa berada diantara mereka??apa yang membuat ku pantas??
Seorang demi seorang disuruh memberikan ta’lim dan diserang oleh berbagai pertanyaan. sesaat, aku merasa berdiri di depan orang-orang hebat. aku merasa banyak orang yang lebih pantas untuk berbicara di mimbar ini.
menunggu cukup lama di masi’ina shalihin(mesjid yang telah kuanggap sebagai rumah kedua),hanya merenung sambil membariungkan badan, berdoa untuk hasil yg terbaik menurutNya.
Kami berempat dipanggil kembali ke aula untuk mendengarkan hasilnya.
Dalam hati, aku memiliki feeling kalau yang akan menjadi ketua adalah Zaki. langkahku lebih ringan karena merasa kalau feeling ku ini tepat.
Astagfirullah…
ternyata aku salah!
bukan nama Zaki,Eddo ataupun Angga yang disebut. tapi namaku.ya,Arianto!!
waw, waktu seperti berhenti beberapa detik karena hal ini sulit untuk dipercaya. melihat teman-teman yang takbir begitu keras saat namaku disebut. Zaki yg berdiri di sebelahku langsung sujud syukur ketika namaku disebut.
dalam sekejap pundak ku begitu berat, seperti diberikan beban yang sangat berat.
aku tidak langsung pulang,masih rindu dengan rumah kedua ku(masi’ina shalihin).ya,ingin sekali teriak dan menangis mengingat beban yg begitu berat itu kini ada di pundak ku.
Tapi aku kuatkan hati. Aku tidak sendiri. Selalu ada teman-teman seperjuangan yang siap membantu perjuanganku.yang pastinya ada Allah sebagai tempat mengadu, memohon pertolongan, dan pelindung bagi umatNya.
Setelah aku kuatkan hati, aku berjanji akan menjalankan amanah ini sebaik mungkin.
Aku akan menjadi orang yang lebih amanah,bertanggung jawab, dan bisa menjadi contoh bagi teman-temanku.
Lembaran baru DKM Al-Furqan telah dibuka,lalu apa yang akan kita tulis??
Apa kita hanya akan menulis sesuatu yg tidak bermanfaat ataukah menulis sesuatu yg dapat menjadi solusi bagi siapapun??
mari kita buat orang-orang setelah kita bangga ketika membaca lembaran-lembaran yg kita tulis…dengan tinta emas.ya, tinta nya para pejuang Allah swt.
Amin.
Wallahu alam.
1 Comment(s)
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment

Owh…
Gt critanya…
Ga ikt mubes ampe akhir wkt it…